( Kisah Nyata - Kesambet Buah Dada )
Sebut saja Parno (nama samaran) tukang ojek yang biasa mangkal di Pasar Tambun Kab. Bekasi memang benar - benar sial gara-gara “Buah Dada”.Pada hari kamis malem jum’at tanggal 06 April 2006 Parno seperti biasanya mangkal diperempatan Pasar Tambun, kemudian sekitar jam 23.55 Wib datang seorang wanita cantik dan seksi yang mengenakan celana jeans dan kaos oblong tipis yang mengundang birahi lelaki karena belahan buah dadanya terlihat jelas walaupun diremang - remang penerangan jalan raya. Beberapa tukang ojek berebut menghampiri wanita itu tetapi rejeki tersebut didapat si Parno.

Wanita : ” Bang, tolong antar ke Perumnas I Bekasi ya… “
Parno: ” Tenang aja neng… jangankan Perumnas I, keujung duniapun kalau sama neng pasti abang anter “
Wanita :” Idiiihhh….Abang bisa aja….Eh…Ongkosnya berapa bang…?”
Parno : ” Terserah neng ajalah, yang penting abang jangan sampe tekor bensin….”
Wanita yang mengaku bernama Sinta (nama samaran) tersebut langsung membonceng Parno dan segera ngacir menuju Bekasi tepatnya ke Perumnas I. Sesampai tujuan sebut saja di Jalan lele dumbo, Sinta minta berhenti dan menunjuk salah satu rumah yang diakui rumahnya, lalu Sinta merogoh saku celananya : “Astaga…!!!” Sinta kaget.
Parno : “Kenapa neng ?”
Sinta : “Eh…anu bang…dompet saya nggak ada, mungkin tadi jatuh dijalan…maaf ye bang…nggak bisa bayar ongkos ojek nih…”
Parno dengan kecewa : ” Terus gimana nih neng, abang tekor bensin dong…?”
Sinta dengan jurus rayunya : ” Maaf deh bang, tapi untuk mengobati rasa kecewa abang Sinta akan memenuhi permintaan abang, apa saja kecuali minta uang…”
Parno bingung : ” Maksud neng apa ? “
Shinta : ” Ya maksudnya saya siap melayani “bobo” sama abang, kalau abang nggak punya uang buat sewa hotel, ya kita bisa maen di Stadion kok, kan kalau malem - malem begini biasanya sepi, jadi kita bisa maen disemak - semak pojok yang banyak pepohonannya…”
Dengan rayuan mautnya Shinta berhasil membuat Parno yang tadinya kecewa langsung termehek-mehek.
Parno : “Ayolah neng cepetan naik, abang jadi nggak sabar…!”
Mereka berdua berboncengan kembali menuju Stadion Bekasi yang jaraknya tidak jauh dari tempat tersebut. Sesampainya di tujuan mereka mencari tempat yang sepi dan banyak pepohonannya karena tempat tersebut memang sering buat mojok, dan setelah Parno memarkir sepeda motornya Sintapun bersiap duduk direrumputan yang tertutup oleh semak – semak. Sinta membuka kaos oblongnya serta BH nya….”Wow…!” mata Parno terbelalak melihat Buah Dada Sinta yang tampak ranum dan segar.Dengan jurus macan si Parno langsung nubruk Buah Dada Sinta dan menciuminya. Sintapun memegang kepala Parno dan ditekan - tekankan ke buah dadanya sambil mendesah :“Oh…yes…oh…no…terus Bang…..” Ditengah nafsunya si Parno yang sedang “mimik cucunya” Sinta tiba – tiba Parno pusing-pusing dan….”Bleg !”…. Parno tak sadarkan diri alias semaput.
Pagi harinya sekitar jam 05.30 Wib Parno baru terbangun dan kepalanya masih terasa pusing. Parno tersentak kaget meraba Dompet dan Sepeda Motor yang diparkir tidak jauh dari tempat tersebut lenyap dan Sinta juga sudah tidak ada didepannya ataupun disampingnya, Parno mengingat - ingat kejadian yang menimpanya semalam…: “Jangan-jangan Sinta itu kuntilanak….hiiii, tapi kalau kuntilanak kenapa dompet dan motor gue bisa raib…?” Parno baru menyadari bahwa dirinya telah ditipu oleh Sinta dan Parno yakin bener semalam waktu mencumbu buah dada Sinta ia mencium bau seperti obat, ia semakin yakin kalau buah dada Sinta sudah diolesin obat bius, maka dengan kepala masih pusing si Parno pergi meninggalkan Stadion menuju Polres Metro Bekasi untuk melaporkan kejadian tersebut. Dengan malu - malu si Parno menjelaskan kepada Bapak Polisi yang menerima laporan tentang kejadian semalem yang menimpa dirinya, dan Bapak Polisi dengan senyum - senyum menerima Laporan si Parno kemudian melakukan pengecekan ketempat kejadian dan Parno juga menunjukkan rumah yang diakui sebagai Rumah Sinta di Perumnas I tetapi setelah dicek oleh Bapak Polisi ternyata rumah tersebut bukanlah rumah Sinta. Hasil Pemeriksaan Visum et Repertum dari Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi menerangkan bahwa parno pingsan karena mencium obat bius yang dosisnya cukup tinggi, kemudian perkara tersebut ditangani oleh Sat Reskrim Polres Metro Bekasi sebagai tindakan kriminal yang dilakukan oleh seorang wanita yang mengaku bernama Sinta (bukan nama sebenarnya) terhadap korban Parno (juga bukan nama sebenarnya) si Tukang Ojek.
Ah….Buah Dada berbuah Motor…








